Terobsesi mengungkap sumberdaya potensial (plasmanutfah) hutan Jawa. Sebab sejak kecil sering mendapat cerita dari Sang Nenek perihal hutan dan segala macam isinya: jamur, empon-empon, pepohonan, umbi-umbian, enthung jati, ular, merak, burung, babi hutan, kijang, menjangan, monyet, budheng, kancil, bahkan kiyaine, saat membantu beliau meracik jamu jawa.

Ketika masih di SD bercita-cita menjadi Insinyur Pertanian, kala SMP bercita-cita menjadi Pemikir, begitu SMA ingin menjadi Herbalis maka memilih Botani saat Kuliah di Biologi UGM (pengaruh bawah sadar Sang Nenek yang penjual Racikan Jamu Jawa) maka menekuni keahlian dengan skripsi “Metabolit Sekunder: Flafonoid Ruelia tuberosa” dalam bidang “Fisiologi Tumbuhan Obat”.

Hobi Bertualang & Pengembaraan. Maka saat SMP getol di Pramuka, ketika SMA membangun Paresmapa SMA N I Pati dan sewaktu kuliah bergabung dengan Matalabiogama (Organisasi Pecinta Alam Fakultas Biologi UGM). Setelah bergabung di Matalabiogama suka ikut kegiatan penelitian di alam, sehingga sering diajak dan dimintai tolong pengambilan data Seminar maupun Skripsi kakak angkatan, teman seangkatan dan adik angkatan dari berbagai jurusan: Botani, Zoologi dan Lingkungan, bahkan terkadang menjadi pengambil data dan ikut riset lapang untuk Disertasi S-2 dan S-3 para Dosen. Akibatnya kecanduan Meneliti Hutan dengan segala potensinya.

Sesaat sebelum wisuda S-1, diajak Riset harimau jawa di TNMB oleh Kang Lethek Mapagama di acara PL-Kapai’97. Lalu berlanjut pemantauan Elang Jawa diajak Mas Giri Jember, pemantauan harimau jawa di luar kawasan diajak Mbak Mai Jember, tapi dipanggil Dosen Pembimbing untuk Pendadaran dulu, kemudian menjadi Pembicara di Seminar nasional harimau jawa tahun 1998, lalu pindah ke Jember melakukan Pemantauan Elang jawa diajak KKPEJ Jember, pemantauan biota Gumuk Pasir diajak Kappala Indonesia (menjadi buku Ekosistem Gumuk Pasir terbit 1998), riset harimau jawa di Gn Slamet PL-Kapai’99, tahun 1999 ditunjuk menjadi koordinator Tim Pembela dan Pencari Fakta Harimau Jawa (TPPFHJ) yang digagas Cak Alfa Jember, pemantauan potensi hutan Gn. Slamet dibiayai BirdLife 2000, pemantauan habitat macan di Gunung Kidul diajak BKSDA Jogja 2000. Tahun 2001 menyusun buku Berkawan Harimau Bersama Alam dengan Penyelaras Mas Eko Teguh Paripurno dan terbit tahun 2002 didanani The Gibbon Faoundation.

Tahun 2002 bersama istri membidani pergerakan Peduli Karnivor Jawa (PKJ) di Jogjakarta. Mencakup wilayah pemantauan Jawa Tengah, Jogja dan Jawa Timur. Selain itu tahun 2003-2006 membantu di Wildlife Resque Center Jogjakarta, tahun 2004-2006 mengasuh portal javantiger.or.id., tahun 2006 membantu sebagai koordinator biota di Paguyuban Mayarakat Pelindung Hutan Gn. Muria Jawa Tengah dan membantu riset herbal di Masyarakat Wana Budaya. Masih di tahun 2006 PKJ di badan hukumkan di Slawi Jawa Tengah.

Tahun 2008 hijrah ke Propinsi Cirebon. Meskipun sambil berjualan tanaman hias, racikan herbal dan pengajar di Sekolah Alam Yayasan Salsabiil Faros (2008-2009), masih terus hobi dan kecanduan meneliti eksistensi harimau jawa sampai sekarang. Bahkan di Propinsi Cirebon ini ketemu dengan Fahut dan FKIP Biologi UNIKU, Yayasan Mukti Mandiri, Masyarakat Citapen, TNGC, Mas Yuda Radar Cirebon dan Pak Deddy Petakala Grage yang mendukung dan ikut peduli memantau harimau jawa.


12 Responses to “Tentang Penulis”


  1. 1 Roy Sinaga
    Agustus 3, 2010 pukul 4:36 pm

    Mas semangat terus yah….mudah2an usaha selama hampir 12 tahun ini bisa terbalas saat ada bukti foto atau rekaman tentang “Oppung” Panthera Tigris Sondaica….

  2. 2 cewenk
    September 30, 2010 pukul 8:28 pm

    salam…….
    salam kenal mas, salut atas perjuangan dan pencariannya

  3. 3 galih (caprapala, Fapet Unsoed)
    Januari 28, 2011 pukul 5:02 pm

    saya pernah menjadi tim pencari fakta(’99) harimau jawa di lereng selatan gunung slamet(kapala. saya yakin harimau jawa masih exist

  4. 4 Tyo
    September 19, 2011 pukul 7:49 am

    Salam kenal Mas Didik,

    Luar biasa apa yang Mas Didik coba sajikan di Blog ini. Pertanyaan saya simple, bagaimana cara berkorespondensi dengan Mas Didik karena ada beberapa hal tentang keluarga kucing terutama tentang Harimau Jawa dan macan tutul yang ingin saya tanayakan kepada Mas Didik. Terima kasih

  5. November 22, 2011 pukul 12:57 pm

    Salam kenal Mas Didik, saya Zumrotun Solicha atau akrab disapa Zicha dari jurnalis Kantor Berita ANTARA di Jember. Saya minta izin untuk mengutip sebagian data yang disajikan di blog ini sebagai bahan tulisan berita dan saya juga sudah wawancara mas Giri, serta meminjam sejumlah buku beliau tentang harimau jawa.
    Tetap semangat ya mas untuk membuktikan kepada dunia bahwa Harimau Jawa belum punah dan saya juga mencoba menulis tentang itu. Sebelum dan sesudahnya. Terima kasih.

  6. Januari 16, 2012 pukul 4:32 am

    wah iki pendirine paresmapa yo? seniore kapit, mukri, angga,dsb no? sekaligus seniore saya di biologi juga. meskipun saya nggak nyebur di matala, tapi malah kesasar dadi anak buahe mas lethek di gelanggang.ini mase yang buku harimau jawanya di perpus ya. wah salut.

    • Februari 6, 2012 pukul 6:44 pm

      ya… saya dulu yang ‘pernah’ merintis Paresmapa SMA N I Pati bersama Mas Darmawan, Mas Kuncung ama Mas Bimo (’88). lalu memang di Bio-UGM dan Matabiogama…
      makasih atensinya…

  7. September 11, 2012 pukul 2:51 pm

    Saya orang yang tidak percaya takhayul, tapi ini kisah nyata dan perlu saya sampaikan sebagai tambahan informasi.

    Begini Ceritanya Mas, Saat saya masih remaja, Almarhum Nenek saya pernah bercerita bahwa dulu kakek beliau (4 Generasi di atas saya) pada setiap malam jumat kliwon, selalu membuat sesajen untuk harimau. Dan pernah 2 kali nenek saya mengintip kedatangan 2 ekor harimau saat kakeknya membuat sesajen (sebelum akhirnya ketemu mengintip dan dimarahi oleh kakeknya). Katanya harimau itu berukuran besar, datang dari arah timur rumah, mengaum dan merunduk didepan kakeknya, lalu makan sesajen yg telah disiapkan. Kakeknya menunggui hingga harimau itu selesai makan. Kemudian kepalanya dielus, lalu harimau itu pergi kembali ke timur. Saya bertanya pada nenek, bagaimana rupa harimau itu? nenek menjawab: kejadiannya malam, jadi tidak begitu jelas. Tapi keliatan sekali kalau harimau itu kulitnya loreng (Disebutkan dalam bahasa jawa). Saat nenek saya bercerita, saya tidak punya pengetahuan jauh tentang harimau, jadi cerita itu terabaikan. Tapi saat saya kemudian mengetahui tentang keberadaan harimau jawa yg sudah punah beserta hal ihwalnya, saya kembali teringat cerita itu. Masih terngiang jelas bagaimana saat nenek bercerita. Akhirnya saya kembali bertanya perihal itu pada nenek yang kesehatannya sudah memburuk. Kembali nenek bercerita, dan dalam ceritanya: jelas sekali beliau tidak berbohong. Sebab ciri-ciri orang yang berbohong saat cerita saya sangat memahami, seperti menutup mulut dengan tangan, menggosok hidung, menggaruk kepala belakang, menelan ludah dan memegang telinga.

    Setelah direnungkan saat ini, muncul sebuah pertanyaan, jika nenek saya tidak berbohong:
    1. Apakah harimau yg dimaksud masuk golongan jin atau makhluk fana (harimau beneran)?
    2. Apabila harimau beneran, karena nenek mengatakan harimau itu kulitnya loreng, apakah termasuk harimau jawa?

    Selain cerita itu, tetangga belakang rumah saya, pernah sekali bercerita, saat beliau masih muda, kira2 pada tahun 70-an. Beliau saat pulang dari banyuwangi melewati gumitir, beliau bertemu dengan segerombolan orang sedang menaikkan seekor harimau besar yang sudah mati ke atas truk. Saat ditidurkan di Truk, panjang harimau dari kepala hingga ekor sampai melewati panjangnya bak truk. Harimau apa sebesar itu?

    Tetangga saya yang lain, kira2 umurnya 70 tahunan sekarang, kira-kira 5 tahun yang lalu dia bercerita ke saya, bahwa beliau beberapa kali bertemu dengan harimau besar melintas jalan Gumitir saat perjalanan Jember-Banyuwangi (malam hari) saat masih muda.

    (Sekedar Mengenang Kisah Harimau)

    • Januari 6, 2013 pukul 3:16 am

      mantab kisah penuturannya…..
      ijin untuk saya catat, sebagai bagian dari bahan literatur saya dalam penyusunan buku “ETNOTIGROLOGI”…
      terutama dalam kaitannya kemampuan suku Jawa/ suku Sunda dalam berinteraksi dengan harimau loreng….
      saya juga mendapat cerita yg persis seperti apa yg Cak Anwar uraikan dari nenek (garis Ibu saya) tentang kemampuan Pak Yainya (kakeknya nenek) dlm mendatangkan/memanggil harimau loreng jawa di kawasan Pati Jawa Tengah….. hanya saja sepertinya kita menjadi generasi yang telah “kehilangan” pengetahuan untuk itu… khususnya ‘pasword-pasword’ / bahasa khusus / daya gelombang khusus yg ada di “OTAK” kita, untuk melakukan ‘komunikasi’ dengan spesies apapundi luar golongan manusia… tapi saya yakin masih ada beberapa orang yg masih memiliki kemampuan itu. Seperti yang pernah saya jumpai di Wonogiri th 2001, dimana seorang Guru SMP yang masih mampu mengundang harimau loreng, tetapi masih dlm jangkauan 6 km. (dituturkan langsung kepada saya saat di antar Pk Dokter sebuah Puskesmas di Wonogiri yang shabat guru SMP tersebut)….

      sip. terimakasih atas kepercayaannya dalam berbagi INFORMASI dari keluarga Cak Anwar..
      sukses selalu…

  8. 11 Hasan AW
    Januari 2, 2013 pukul 10:43 am

    Maju terus pantang mundur………semoga Harimau Jawa masih bisa bertahan…aamiin

  9. Juni 12, 2013 pukul 4:32 am

    Dear Pak Didik,

    Saya baru baca berita di Solo Pos tentang perjumpaan penduduk dengan harja di desa Bawukan, Kemalang, Klaten.
    Semoga memang benar adanya dan dapat segera diamankan agar tidak sampai terjadi perburuan liar yang bisa mengancam keselamatan sang harja.
    Kami berharap pak Didik bisa check keberadaanya, karena yang paling paham harja ini pak Didik.

    Pada tahun 1995 saya dan sebagian besar warga kampung melihat langsung seekor anak harja yang tertangkap hidup dari Gunung Dieng. Kami melihatnya di Kantor Dinas Kehutanan didalam kerangkeng.
    Informasinya harimau tersebut akan dibawa ke Gembiraloka.
    Sampai saat ini saya belum sempat mengunjugi tempat itu lagi untuk menanyakan keberadaan harja tersebut.
    Karena masih awam, kami tidak terpikirkan untuk mengambil foto harimau tersebut.

    Salam,

    Triyanto
    08176413213


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Risearcher

Kliping

Desember 2016
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Bacaan


%d blogger menyukai ini: