17
Apr
10

Finding The Tiger’s Hair In Luxuriance of Java Tropical Rain Forest


MENCARI RAMBUT HARIMAU DI KELEBATAN HUTAN HUJAN TROPIS

**ha,…. mana mungkin bisa menemukan sehelai rambut di kelebatan hutan hujan tropis basah: ibarat menemukan sebutir jarum ditumpukan jerami, mustahil** itulah serangkain kalimat yang selalu muncul dari mulut orang-orang yang apatis atas publikasi temuan-temuan Pecinta Alam dari Jawa. Jangan melihat hubungan antara sehelai rambut dengan lebatnya hutan. Sebuah pendekatan pengetahuan dan pengalaman tertentu itulah yang akan bisa mengantarkan sampai ke tujuan.

Sewaktu mendengar keterangan penjelasan dari Mas Giri (alumni Mapensa Faperta UNEJ) di sebuah ruang kuliah UBHARA Surabaya dalam acara kajian pencarian bekas aktivitas harimau jawa dalam rangka pembekalan materi ruang peserta Pendidikan Lingkungan Hidup untuk Pecinta Alam & Ekspedisi Meru Betiri 1997, akupun bertanya-tanya? Tempat-tempat seperti apa yang sangat memungkinkan bagi ditemukannya rambut karnivor besar?

Mas Giri menjelaskan:”berdasarkan pengamatan di kebun binatang Surabaya, pada batang pohon asem jawa yang biasa digunakan oleh beberapa individu harimau Sumatra melakukan pencakaran, ditemukan beberapa helai rambut harimau yang terselip. Oleh karena itu teman-teman saat menemukan bekas cakaran karnivor besar, mohon dicermati perihal keberadaan rambut. Dari Rambut yang ditemukan dapat diidentifikasi asal satwa pemilik rambut tersebut. Tentunya setelah dilakukan serangkaian identifikasi dan pengamatan dengan seksama. Maka eksistensi harimau jawa bisa diidentifikasi atas temuan rambutnya. Begitulah ingatan “bebas” yang penulis dapatkan dari 13 tahun yang lalu.

Di sekitar cakaran memungkinkan ditemukan rambut.

Gambar 1. Cakaran yang menyisakan rambut.

Pada gambar 1 di atas, terlihat dengan jelas jarak garutan dua kuku yang saling berdekatan A, sedangkan helaian rambut itu jelas terlihat di dekat B.

Sekali lagi untuk melakukan kajian di dalam hutan, kami selalu membekali diri dengan pengetahuan perilaku dasar harimau loreng, kebetulan loreng yang ada dan masih dapat diamati adalah harimau sumatera yang ada di kebun binatang. Pembelajaran ini juga berhasil atas beberapa saran dan masukan dan jasa baik Kebun Binatang Surabaya (untuk PL-Kapai 1997) dan kebun Binatang Gembiraloka (untuk PL-Kapai 1999).

PENGEMBANGAN LEBIH LANJUT

“banyak kemungkinan berawal dari tidak mungkin” seloroh Mas Iwak yang ketua Mitra Meru Betiri itu terngiang di telingaku saat menjejak hutan. Ditambah berbagai keterangan dari pemburu local, maka terakumulasilah berbagai pengetahuan mengenai lokasi atau tempat-tempat yang memungkinkan ditemukannya rambut karnivor. (yang saya maksud dengan pemburu local: adalah penduduk tepi kawasan hutan yang menjadi habitat karnivor besar dengan profesi sebagai pemburu harimau dan macan dengan menggunakan teknik-teknik tadisionil, bukan menggunakan senapan).

Selama melakukan kegiatan pengamatan dan penjelajahan di dalam hutan, maka “terminal-terminal” yang sangat strategis untuk memperoleh barang sehelai dua helai rambut satwa mudah di jumpai. Terlebih jika kita menggunakan pemandu dari masyarakat tempatan yang pernah menjumpai di titik-titik mana saja harimau itu pernah “ndekem”. Beberapa tempat yang strategis bagi dijumpainya rambut di alam bebas adalah:

1. Di seputaran cakaran di pohon. Di alur-alur luka garutan, biasanya dapat dijumpai rontokan rambut yang terselip. Bisa di tepi goresan yang serabut serat pohonnya kasar. (catatan: beberapa hasil analisa juga berhasil diidentifikasi sebagai rambut lutung, monyet dan kijang). Hasil analisa juga menunjukkan rambut tipe halus milik harimau. Sebab di sekitar kuku kaki harimau terdapat tipe rambut ini.

Temuan rambut di sekitar cakaran

Gambar 2. Helain rambut yang terdapat di sekitar goresan cakaran

2. Dibawah pohon yang di cakar. Biasanya pokok pohon cakaran bagian bawahnya terdapat tumbuhan lumut. Nah ditumbuhan ini biasanya juga dapat dijumpai beberapa helai rambut yang rontok. Kemungkinan saat mencakar, bagian isi carpal kaki depan merapat sehingga menggesek permukaan kulit pohon, akibatnya terperangkaplah beberapa helai rambut yang tanggal.

3. Perhatikan juga, bagian sarang laba-laba yang biasanya berada di samping kanan-kiri batang pohon, terkadang juga ada beberapa helai rambut yang terperangkap di benang jaring rumah laba-laba tersebut, terutama jika pengamatan musim kemarau. Kalau musim penghujan, beberapa rambut rontok terkadang ikut tercuci turun hingga di pokok pohon berdekatan dengan tanah.

Rontokan rambut karnivor di atas batu datar tempat berjemur

Gambar 3. Helaian rambut yang rontok di atas batu datar.

4. Batu datar di tepi sungai atau di bawah rumpun bambu yang teduh. Kondisi batu datar seperti ini biasanya digunakan harimau untuk melakukan pemangsaan hewan mangsanya. Bahkan terkadang batu datar yang memungkinkan terpanggang sinar matahari saat siang, sangat disukai karnivor besar untuk melakukan penghangatan tubuhnya di malam hari, ‘ndeprok’ kata orang jawa.

Di pohon gosokan badan juga bisa dijumpai rontokan rambut

Gambar 4. Bekas godokan badan lateral macan tutul.

5. Pohon gosokan, pangkal pohon ataupun akar banir, memungkinkan sebagai tempat untuk menggosok badan lateral harimau, terutama yang posisinya berada di tepi jalan setapak. Hanya saja harus dibedakan dengan bekas penggosokan babi hutan, kijang ataupun rusa.

Kayu roboh melintang, kadang rambut rontok tersangkut.

Gambar 5. Kayu melintang di lintasan jalan setapak, beberapa helai rambut satwa yang melintas terkadang “nyangkut”.

6. Keberadaan pohon yang rubuh melintang di jalan setapak. Terkadang pencakaran secara horizontal juga dilakukan oleh carnivore keluarga kucing besar. Sehingga pengamatan juga dapat dilakukan.

Trap di tanah, di bagian dalamnya bisa diperoleh rambut.

Gambar 6. Perangkap satwa yang kadang juga menjadi “terminal” rambut.

7. Kadangkala kita juga bisa menjumpai sebuah perangkap local, seperti lubang galian digambar 5 dibawah. Lubang perangkap ini di buat di jalan setapak di dalam hutan. Kedalamannya bisa sampai dua meter setengah. Bagian tengah sekitar satu meter dari lantai tanah, diberi sebuah kayu horizontal yang diganjal secara menyilang. Keberadaan kayu melintang ini untuk mencegah kaki satwa menjejak lantai, dengan kaki menggantung dan tersangga seperti itu maka satwa akan tetap hidup tiga sampai empat hari kedepan. Sehingga saat dipantau, satwa masih sempat di sembelih, supaya halal untuk dikonsumsi. Jebakan ini diperunukkan bagi kijang dan rusa, tetapi terkadang babi hutan, macan dan harimau juga terperangkap. Nah di kayu yang melintang horizontal tersebut, bisanya dapat ditemukan rambut rontok.

Sisa pembantaian karnivor besar

Gambar: 7. Kulit bukti sisa pembantaian karnivor besar Pulau Jawa.

8. Selain itu bukti eksistensi harimau jawa bisa diperoleh dengan melakukan identifikasi helain rambut dari sisa-sisa pembunuhan.

Panduan Analisis Rambut Carnivor Besar di Jawa

Setelah mendapatkan berbagai sample di hutan, maka untuk melakukan analisis harus mempunyai pembanding identivikasi. Pembanding rambut yang digunakan untuk menjadi panduan adalah rambut macan kumbang, rambut macan tutul, rambut macan jawa dari reog dan rambut harimau sumatera dari kebun binatang.

Semua rambut temuan dari hutan dicuci dahulu satu persatu, kemudian diletakkan di gelas benda, lalu di beri sedikit air supaya bisa tampil tiga dimensi lalu terakhir ditutup dengan deg glass. Posisikan rambut melintang atas bawah, lalu dengan pencahayaan yang tepat, dengan fokus tertentu tergantung bagian mana yang akan kita foto, maka pemotretan bisa dilakukan. Untuk perbesarannya tersesah, selama rambut bisa menampilkan karakter sisik dan pola medulanya.

Contoh Hasil Pemotretan rambut karnivor yang telah berhasil dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

Panduan Rambut Karnivor Besar Jawa

Gambar 8. Beberapa foto medula dan sisik rambut sebagai pembanding temuan di lapang.

Dari gambar 8 di atas, bisa diketahui seperti apa rambut yang kita temukan dari hutan. Untuk satwa mamalia yang berambut lain, tipe dan pola sisik maupun medulanya berbeda-beda. Panduan secara mikroskopis atas semua jenis satwa mamalia jawa sedang disusun penggarapannya oleh penulis. Kedepannya semoga guide semacam ini mampu memandu temuan teman-teman dari lapangan.

Selamat mencermati….

(Sekretariat JATAM: Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, April 2010:)


0 Responses to “Finding The Tiger’s Hair In Luxuriance of Java Tropical Rain Forest”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Risearcher

Kliping

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Bacaan


%d blogger menyukai ini: